
Guna nmendukung program KKBPK yakni Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembanguan Keluarga dalam upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, Pemerintah Desa Catur memberikan penyuluhan kepada Kader Tri Bina Desa serta pembinaan administrasi dalam pengisian buku kegiatan.
Pembinaan yang diselenggarakan selama 2 hari Senin dan Selasa (13-14/03) 2023 di Kantor Desa Catur dengan 3 Narasumber.
Dalam pembinaan tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok 1 Bina Keluraga Balita dengan Nasumber Ni Made Yasni dengan pemaparan materi Pengelolaan BKB, pengelolan BKB sendiri merupakan suatu upaya untuk mengelola kegiatan BKB melalui kerjasama antara pengelola kelompok BKB dan orangtua balita atau anggota keluarga lainnya yang memiliki anak balita dengan terencana untuk tercapai tujuan kegiatan BKB secara efektif dan efisien. Upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, ketrampilan dan sikap ibu serta keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang anak balita melalui kegiatan rangsangan mental, emosional, intelektual, moral, sosial dengan berbagai media agar sudan terbiasa sejak dini, Materi dialutkan dengan pemhaman 8 Fungsi Keluarag dimana keluaraga memiliki fungsi Interaksi Agama, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Melindungi, Reproduksi, Sosial Pendidikan, Ekonomi dan Lingkungan. Materi dilanjutkan dengan pengedukasina Kader Bina Keluarga Balita dalam pengenalam balita dengan alat permaian edukatif untuk merangsang kemampuan gerakan kasar dan halus, berbicara, hubungan dengan orang lain, kecerdasan, menolong diri sendiri dan bergaul, materi dilanjutkan dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita dan Anak, Pengenalan Media Interaksi, Kartu Kembang Anak dan Pemberian Makanan Tambahan Balita dalam 1000 HPK.
Kelompok Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia diberikan materi oleh Nasumber I Made Tulus, S.Sos dengan pemaparan materi Pubertas, pengenalan alat reproduksi kepada Kader Bina Keluarga Remaja sehingga dapat memberikan penyuluhan dan pemahaman keopada anak – anak yang mengalami perahilan dari anak menjadi remaja, dimana rentan diusia tersebut jika tidak mendapatakan perhatia secara kusus dilingkungan keluarga bisa saja pernikahan usia dini terjadi, karean pasae pubertas ini jiwa emosional remaja pola pemikiran jiwa emosional tidak bisa terkendalikan jika pemahan tersebut tidak ditanamkan dengan baik serta pehatian yang serius.
Terkait materi Bina Keluarga Lansia disampaikan yakni Lansia Tangguh, lansia tangguh sendiri merupakan lansia yang sehat secara fisik, sosial dan mental, mandiri, akitif dan produktif, un tuk mewujudkan lansia tangguh dapat diterapakan 7 dimensi indicator lansia tangguh seperti, dimensi sepiritual dengan mengajak lansia untuk beribadah, tolelasi antar umat beragama untuk meingkatkan keimanan dengan peran keluarga untuk memberikan fasilitas serta waktu luang keluarga, dimensi intelektual seperti mengajak untuk melakukan kegiatan senam otak, mependekan keluarga untuk berbagi cerita dan dongeng, dimensi fiksik meliputi kesehatan reproduksi lansia dan andropause, dimensi emosional meliputi emosi postif dan emosi negative, dimensi sosial kemasayarakatan dapat dilakuan dengan kegiatan santuan kepada lansia, kegiatan silaturahmi, mengujungi lansia yang sakit, mengunjungi lansia yang meninggal, memperhatikan kebutuhan gizi lansia, pemberdayaan lansia melalui kegiatan badan usaha ekonomi produktif, dimensi provisional vokasional dapat dilakukan dengan usaha ekonomi produktif, dimensi lingkungan.


