
Pada Hari ini Senin tanggal 10 Juni 2019 bertempat di Kantor Perbekel Desa Catur telah di adakan Penilain Lomba Desa Wisata Award 2019 Tingkat Provinsi Bali di Desa Wisata Catur. Adapaun sususn Kegiatan dalam Penilalian lomba Desa Wisata Award 2019 didahului dengan Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Doa, yang selanjutnya dilanjutkan dengan Sambutan dari Perbekel Desa Catur I Made Agus Antara, beliau sangat berterima kasih kepada semua elem yang sudah medukung Desa Catur sehingga bisa menjadi Desa Wisata baru di Kabupaten Bangli dengan begitu banyak potensi yang sudah dikembangakan, dan sangat mengapresesasi kegiatan ini karena Desa Catur bisa dan mampu menjadi duta Kabupaten Bangli lagi setelah mewakili Bangli dalam lomba Desa Herbal dalam beberapa hari yang lalu, dan pada kesemapatn itu juga dilakuakan penyerahan Profil Desa Wisata oleh Bapak Perbekel Desa Catur kepada Tim Penilaian Lomba Desa Wisata Award 2019.
Sambuatan Kedua disamapaikan Oleh Bapak Bupati Bangli yang sangat mengapresai Kegiatan ini karena lagi-lagi Desa Catur menjadi duta Kabupaten Bangli dalam Penilaian Lomba Desa Wisata Award 2019 tingkaPet Provinsi Bali, setelah menjadi duta Kabupaten Bangli dalam Penilaian Lomba Asuhan Mandiri Pemanfaatan Tanaman Keluarga dan Akupresur tingkat Provinsi Bali 21 Mei 2019 lalu. Desa Catur merupakan Desa Wisata ke28 di Kabupaten Bangli namun perkembanganya sangat pesat.
Sambuatan selanjutnya dari Tim Penilai Lomba Desa Wisata yang berkesempatan meberikan sedikit wejangan mengenai beberapa kreteria penilaian yang akan dilakukan dan sangat medukung Desa Wisata Catur yang sudah mulai berkembang dan dikenal banyak kalangan, dengan diadakanya penghargaan Desa Wisata ini Desa Wisata Catur diharapakan lebih meningkatkan kebersihan lingkunganya terutama, sehingga memberikan kesan yang indah bagi Wisatawan yang berkujung.
Sambuatan terakir disamapaikan oleh Ketua Pokdarwis Desa Wisata Catur I Gusti Ngurah Mangku Rupa yang memaprakan bagaimana perkembangan Desa Wisata Catur. Desa Wisata Catur dikembangakan mulai tahun 2017 setelah Peraturan Bapak Bupati Bangli diturunkan, beliau memaparakan beberapa potensi di Desa Wisata Catur yang sedang dikembangkan oleh Pengelola Desa Wisata Catur seperti :
- Wisata Argo berupa hamparan perkebunan kopi dan jeruk, yang didalamnya terdapat aktivitas para petani mulai dari pembibitan hingga penggolahan produk perkebunan baik kopi mapuan jeruk, juga yang tak kalah indahnya perkebuanan bunga gumitir
- Wisata Alam, beruapa jalur treking di daerah perbukiatan yang melewati luasnya hamparan perkebunan kopi, perkebunan jeruk, dan perkebuanan bunga gumitir, dan paket wisata menuju air terjun.
- Wisata Budaya/Reiligi, berupa perpaduan dua Budaya Hindu dan Budha yang ada di banjar lampu yang melilki hubungan yang sanagat harmonis bersatu padu bersama- sama membanguan desa yang berada dibawah lingkup Desa Adat dan Desa Dinas.
- Wisata Herbal, sebagai produk wisata yang belum banayak dikembangankan di Desa Wisata lain, dan Desa Wisata Catur mampu mengembangakanya dimulai dari perkebuanan herbal, cara menggolah hingga bisa mengahsilakan poduk unggulan seperti, minyak catur wangi, lulur dan berberapa produk kesehatan lainnya.
Acara selanjutnya dilanjutkan Penilaian Administarai dan dilanjutakan dengan acara makan siang yang hibur dengan tarian lokal Desa Wisata Catur, yang dipadukan dengan terjadinya alkuturasi dua Budaya di Banjar Lampu yaitu pertemuan Raja Jayapangus dan Putri China Kancingwie yang sedang melangsungkan perkawinanan yang kala itu menampilkan Joged Bumbung sebagai hiburan dan Tarian Barong Sai sebagai warisan Budaya China dan selanjutnya dilanjutkan dengan penilaian lapangan di Banjar Lampu sebagai Wisata Budaya dalam bentuk Alkulturasi Budaya, Pondok Wisata Kenjung yang menyediakan Homsetey, UPP Catur Paramitha sebagai unit Produksi Kopi dan Wisata Herbal dan Pondok Wisata Mungsian yang menyediakan Homstey dan Kuliner Desa Wisata Catur.


